QA. Dikuasakan oleh Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Muslimah yang solehah itu umpama ANGIN yang lalu, mereka hadir tanpa disedari, tetapi kehadiran mereka itu mendamaikan hati

 
12 Januari 2010

renungan buat ku

sekiranya,
kita cinta kepada manusia,
tak semestinya manusia cinta kepada kita.
tetapi sekiranya,
cinta kita kepada Allah,
nescaya cinta Allah tiada penghujungnya.
sekiranya,
kita cinta kepada manusia,
kita akan cemburu kepada orang
yang mencintai orang yang kita cintai,
tetapi sekiranya,
kita cinta kepada Allah,
kita akan turut mencintai orang yang
melabuhkan cintanya kepada Allah juga.
Ya Allah,
andai dia adalah jodohku
yang di tetapkan oleh-Mu kepadaku,
Maka,
campakanlah ke dalam hatiku,
cinta kepadanya adalah kerana-Mu,
dan campakanlah ke dalam hatinya
cintaku adalah kerana-Mu.
Namun,
andai dia bukanlah jodoh yang
ditetapkan oleh-Mu kepadaku
berilah aku kekuatan agar aku pasrah
dalam mengharungi ujian,
yang Kau berikan kepadaku


sumber: pemilik cintaku selepas Allah & Rasul
10 Januari 2010

Selamat Ulang Tahun buat ku



usia yang Tuhan kurniakan ini,
akan ku hiasi dengan amalan yang murni
semoga ia menjadi temanku
di akhirat yang kekal abadi
insyaAllah...


18 September 2009

madah pilihan



Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim...
Allahu Rabbi, aku minta izin
bila suatu saat aku jatuh cinta,
jangan biarkan cintaku untukMu berkurang
hingga membuatkan aku lalai akan adanya Engkau

Allah Rabbi,
aku punya pinta
bila suatu saat aku jatuh cinta
penuhila hatiku dengan bilangan cintaMu yg tidak terbatas
biar rasaku pada Mu tetap utuh

Allahu Rabbi,
izinkan bila suatu saat aku jatuh hati,
pertemukanlah kami,
berikanlah kami kesempatan untuk lebih mendekati cintaMu

Allah Rabbi
pintaku yg terakhir, seandainya aku jatuh hati,
jangan pernh engkau palingkan wajahMu dariku,
anugerahkan lah aku cintaMu
cinta yg tak pernah pupus oleh waktu



17 September 2009

Wanita Ahli Syurga


Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.

Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Di antaranya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)

“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)

Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, di antaranya :

“Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.”
(QS. Al Waqiah : 22-23)

“Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.”
(QS. Ar Rahman : 56)

“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.”
(QS. Ar Rahman : 58)

“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.”
(QS. Al Waqiah : 35-37)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :

“ … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.”
(HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu)

Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Di antara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.”
(Shahih Al Jami’ nomor 1557)

Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga

Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?

Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.

Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :

  1. Bertakwa.
  2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.( rukun iman)
  3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu..( rukun islamn)
  4. Ihsan, iaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
  5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
  6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
  7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
  8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
  9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
  10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
  11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
  12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
  13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
  14. Berbakti kepada kedua orang tua.
  15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.

Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :

“ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.”
(QS. An Nisa’ : 13)

Wallahu A’lam Bis Shawab.
20 Ogos 2009

ELAKKAN MAKSIAT DAN PERKARA SIA-SIA


Kehadiran Ramadan membawa seribu rahmat dan inayah Allah, bulan keberkatan dan keampunan. Masuklah 'Akademi Ramadan” dengan penuh keimanan dan rasa rendah diri sebagai insan daif yang mengharap redha Allah.


Pesan Rasulullah: “Dialah (Ramadan) suatu bulan pada permulaannya rahmat, pertengahannya pengampunan dan di akhirnya pembebasan daripada api neraka”. Beruntunglah orang yang dapat menghayati dengan baik kandungan hadis ini dan amat malang sekiranya disia-siakan sahaja peluang sebegini. Inilah yang diingatkan oleh Rasulullah, betapa ramai orang yang berpuasa tetapi tidak mendapat apa-apa daripada puasanya kecuali lapar dan dahaga. imam Al- Ghazali telah berpesan, untuk mencapai ibadah puasa seperti yang dikehendak Allah kita perlu:

  1. Menahan pandangan daripada melihat perkara yang boleh menarik hawa nafsu kerana Nabi s.a.w bersabda dengan maksud “Sesiapa yang menundukkan pandangan kerana takut kepada Allah, nescaya Allah akan menganugerahkan kemanisan iman ke dalam hatinya.
  2. Menjaga lidah daripada bercakap perkataan sia-sia, berdusta, mengumpat, berkata keji dan seumpamanya. Seharusnya semasa berpuasa kita berdiam diri, memperbanyakkan zikir di waktu lapang serta membaca Al- Quran. Nabi s.a.w bersabda : Dua perkara yang boleh merosakkan puasa iaitu mengumpat dan berbohong.
  3. Menjaga pendengaran daripada mendengar kata-kata yang tidak baik kerana Nabi s.a.w bersabda “Yang mengumpat dan yang mendengar sama-sama mendapat dosa dengan si pengumpat dan si pendengar ”.
  4. Mencegah anggota badan yang lain daripada perbuatan dosa seperti mencegah tangan dan kaki daripada membuat maksiat dan mungkar, mencegah perut dari memakan makanan yang syubhat dan haram.
  5. Tidak berlebihan semasa berbuka sehingga perut dipenuhi makanan dan minuman. Sebaik-baiknya perut diisi dengan 1/3 bahagian dengan air. 1/3 diisi dengan makanan dan 1/3 lagi digunakan untuk ruang pernafasan.
  6. Manakala hati merasa cemas (khauf) dan mengharap (raja’) kepada Allah. Takut puasa tidak diterima oleh Allah dan mengharapkan rahmat Allah, agar menerima segala kekurangan puasa kita.


Berpuasa bererti kita membataskan kehendak demi menjunjung perintah Allah. Ibnu Qayyim berkata, "Orang yang berpuasa itu sebenarnya tidak melakukan sesuatu apa pun. Ia hanya meninggalkan pekerjaan demi Tuhannya iaitu meninggalkan segala perkara yang disukainya dan pelbagai kenikmatan demi mencapai cinta dan redha Allah s.w.t”.


Jika puasa kita dengan erti kita meninggalkan perkara yang harus dilakukan sebelum ini seperti makan dan minum di siang hari, maka tentulah lebih utama kita meninggalkan segala perkara maksiat dan dosa, kerana perkara maksiat itu ditegah oleh Allah sama ada dalam bulan Ramadan ataupun di luar bulan Ramadan, pada siang hari ataupun malam.


Jadikanlah bulan Ramadan dan juga ibadat puasa sebagai benteng yang menghalang kita
daripada melakukan sebarang dosa

16 Julai 2009

HARI KU DAH BERMULA


alhamdulillah....dah seminggu lebih aku dah strt kuliah...mmmm... penat janganla cakap..tapi tu lah yang harus aku lalui..



jadual yang terlalu padat...


semoga dapat ku tempuhi semester ini dengan jayanya.... dan semoga ku berjaya dengan cemerlang.. insyaAllah...




Updates Melalui E-Mail