QA. Dikuasakan oleh Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Muslimah yang solehah itu umpama ANGIN yang lalu, mereka hadir tanpa disedari, tetapi kehadiran mereka itu mendamaikan hati

 
20 Ogos 2012

Harapanku









Nanti.. jika saya punya anak, saya akan mengajarkannya terlebih dahulu tentang alif-ba-ta-tsa sebelum diajarkan oleh guru mengajinya.. sehingga, ketika di hari kemudian, ada pertanyaan: Siapa yang mengajarimu alif-ba-ta-tsa pertama kali? Dia akan menjawab: Ummi..

~MasyaAllah.. hanya Allah yang tahu apa yang tersirat dan diinginkan oleh hati ini.. terlalu inginkan~
InsyaAllah.. :)



Maafkan saya...




Maafkan saya,
Jika saya kekal dengan ketegasan diri tak nak didekati oleh seorang insan bernama lelaki dulu, mungkin semua ini takkan terjadi..


Maafkan saya,
Jika saya tidak bergurau senda dan ramah melayan kata-kata mesra dari awak dulu, mungkin semua ini takkan terjadi..


Maafkan saya,
Jika saya tak bercakap dengan nada yang lembut dengan awak dulu, mungin semua ini takkan terjadi..


Maafkan saya,
Kerana jatuh hati pada awak dan telah membuat awak juga jatuh hati pada saya..


Maafkan saya,
Jika lembut dan mesra tutur bicara saya, manja suara dan kata-kata saya dalam setiap pesanan ringkas, chatting kat facebook dan perbualan suara melalui telefon buat awak bertambah dekat dan sayang terhadap saya.


Maafkan saya,
Kerana dah buat hati kita bergelumang dengan dosa selama ini.


Maafkan saya,
kerana mengambil keputusan untuk berpisah ini.
Bukan ada niat yang terselindung, tapi hanya untuk kita menggapai kembali redha-Nya.


Saya bersyukur diperkenalkan dan dipertemukan dengan awak.
Mengenali awak, membuat saya yakin, di dunia ni masih ade lelaki yang baik.

Awak sentiasa baik dengan saya, awak banyak bersabar dengan karenah saya, awak sentiasa berusaha menggembirakan saya walau apapun mood saya ketika itu..

Perasaan kasih dan sayang pada awak, merupakan satu anugerah yang tidak ternilai bagi diri saya..
Tapi malangnya, kita telah menggunakan anugerah itu dengan cara yang tak tepat..





Andai awak memang menyayangi diri ini.., jumpalah kedua ibu bapa saya,
pinanglah saya, dan jadikan saya milik awak yang halal, yang sah..
Kemudian, kita sambung kembali kisah percintaan kita di dalam hubungan yang halal..
Saya pasti, hubungan kita akan menjadi lebih indah setelah itu..


Andai saya memang merupakan tulang rusuk awak, 
saya akan menanti awak untuk kita saling melengkapi antara satu sama lain..
Tapi andai kata, saya bukan wanita yang ditakdirkan untuk menjadi jodoh awak, saya redha dan saya doakan awak mendapat seorang wanita solehah yang jauh lebih baik berbanding diri saya..amin
18 Ogos 2012

Manisnya Pernikahan Kerana Iman




Perasaan itu ada di hati.

Dulu ia terpendam, kerana sibuk studi.

Atau, "Malaslah nak fikir... belum ready..."

"Belum sampai masanya lagi..."

"Macam mana nak mulakan, tak reti..."

"Saya memang sedang mencari lah ni..."

Perlahan-lahan, perasaan itu meresap ke hati.

"SubhanAllah, perasaan apakah ini..?"

Itulah perasaan yang suci, ingin saling menyayangi. Ingin saling melengkapi. Ingin dicintai. Ingin dirindui. Perasaan untuk bertemu pasangan. Di atas landasan pernikahan. Tatkala ia hadir dalam perasaan dan fikiran, layanilah ia dengan iman.

"Ya Allah Ya Rahman... Bimbinglah diriku menjadi jodoh yang baik... Temukan diriku dengan dia yang beriman... Permudahkanlah jalanku menuju pernikahan..."

Memilih melalui taaruf yang telus. Membincangkannya dengan ibu bapa, teman-teman yang berilmu lagi amanah. Hati lapang mendengar pandangan, terbuka menerima pesanan dari yang berpengalaman dan akhirnya keputusan itu, kepada Allah diserahkan.


"Ya Allah, aku memohon petunjuk daripadaMu dengan ilmuMu dan aku memohon ketentuan daripadaMu dengan kekuasaanMu dan aku memohon daripadaMu akan limpah kurniaanMu yang besar..."



Inilah antara untaian doa istikharah yang diajar Rasul SAW saat kita telah memilih dan mengenali latar belakang calon jua bermusyawarah dengan insan-insan berilmu dan amanah. Kita membuat keputusan memilih si dia, dan kita kemudiannya bukan meminta pada Allah agar dia menjadi jodoh kita, tapi kita meminta keputusan Allah atas usaha-usaha kita, dan pastinya atas ilmu dan kebijaksanaan Allah. Malah, itulah misteri yang sejak dulu Allah telah tetapkan.


Akhirnya kita bernikah. Alhamdulillah.. SubhanAllah.. Allahu Akbar..



Nikmat bernikah sebenarnya terlalu indah dari yang kalian bayangkan. Nikmat itu bukan hanya pada hubungan jasmani, bukan hanya kerana bersatunya emosi suami isteri tapi lebih besar dari itu. Nikmat bernikah itu ada pada hati-hati yang berusaha dihidupkan dengan iman.

Sangat indah saat hati mampu merasai kurnia Allah yang Maha Penyayang. Dia yang menitiskan sakinah, ketenangan dan kenyamanan berada dalam kasih sayang berpasangan. Cinta yang mengalir sebening air yang menyejukkan hati-hati yang beriman.


"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang"
(Surah Maryam ayat 96)




Indahnya menikah saat hati mampu merasa syukur atas limpahan rahmat Allah yang melingkari segenap kehidupan. Allah berkehendak menitipkan cinta dan rindu sesama suami dan isteri, hingga kalian menikmati kebahagiaan.


"Ya Allah... Kasih sayangMu terlalu hebat.. terlalu agung.. Allah Yang Maha Mulia, Maha Pemurah, segala puji bagiMu Ya Allah.. yang membenihkan kecintaan dan kerinduan di hati-hati kami suami isteri."




Dia – pasangan kita - insan yang berbeza. Datang dari keluarga dan latarbelakang berbeza. Namun dengan iman, kalian melayani pasangan dengan baik, penuh kasih sayang dan kelembutan. Kalian meminta-minta pada Allahur Rahman.





"Ya Allah Yang Maha Memberi Petunjuk... Tunjukilah kami dengan akhlak yang baik, jauhkan lah kami dari akhlak yang buruk."



Karakter pasangan yang menguji perasaan, dihadapi dengan iman. Kalian bermujahadah untuk menolak kesalahan pasangan dengan cara yang lebih baik. Hingga kasih sayang semakin merimbun di dalam rumahtangga itu.



"Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia"
(Surah Fussilat ayat 34)



Dengan iman, kalian saling berkhidmat pada pasangan hanya kerana mengharap keredhaan Tuhan. Hati-hati berusaha diikhlaskan. 



Seorang isteri... senyuman, perkataan, perbuatan, teguran, masakan, kebersihan, kelembutan, belaian, penjagaan zuriat dan rumahtangga seluruhnya mengharap pertolongan Allah Yang Maha Membantu.

Seorang suami... harta benda, kediaman, kenderaan, kewangan, perhatian, kasih sayang, nafkah zahir batin pasangan, kebahagiaan rumahtangga yang dipimpin dan diusahakan.. SemuaNYa kerana keyakinan dan ketaqwaan kepada Tuhan.



Apabila suami dan isteri berusaha membugarkan iman dan apabila pernikahan digerakkan di landasan iman.. itulah syurga dunia yang diidamkan.

Namun di sana, ada suami dan isteri yang benar –benar teruji dengan keburukan pasangan. Tatkala dirinya berusaha memberi yang terbaik, pasangan sebaliknya memandang remeh amanah pernikahan.





Sumber : iuv Islam
16 Ogos 2012

Air Mata Ramadan




Tidak ku duga...
Engkau kian menghampiri saat kepulanganmu
Sedang aku baru mulai menghitung ibadah
Rupanya terlalu tipis ibadah yang ku gubah
Saat ini baru ku sedari kenikmatanmu
Saat ini baru ku sedari keindahanmu

Duhai Ramadhan...
Ku akui imanku terlalu halus umpama zarah-zarah yang berterbangan
Ku tahu kedatanganmu terlalu pantas seumpama sambaran kilat
Namun ku tetap terus leka dengan mainan khayalan benakku
Tanpa memikirkan untuk mengatur cara mendakapmu seeratnya
Aku lupa denganmu aku bisa melawan amarah yang menyinga
Daripadamu juga berusaha mendidik rembatan nafsu bisuku
Dan daripadamu juga aku mengenal kondisi diriku yang sebenarnya

Kini baru aku mulai bersungguh menggapaimu
PadaNya ku sujud meratib memohon berjuta keampunan
Atas segala titik dosa yang pernah ku pahatkan padaNya
Air mataku lencun membasahi hamparan sujudku
Mangalir deras menyucikan lorong-lorong kelam dosa
Menyuburkan kebun hati yang tandus baja ketenanganNya

Mutiara jernih itu amat bernilai maharnya bagiku
Kerana ia penawar utama buat sanubari ini
Aku bersyukur di kelewatan keinsafan ini
Engkau suntikkan sinar cahaya kesedaran
Akan ku berusaha meraih fasa ketiga yang Engkau titipkan
Setelah fasa pertama dan kedua yang telah ku abaikan

Ya Allah...
Berilah daku peluang untukku mengkoreksi diri
Walau ku tahu RamadanMu akan berlalu pergi
Berilah ruang dan peluang ku mengecap sekelumit berkat darinya
Aku juga hambaMu yang amat mendambakan malam Al-Qadr
Temukanlah aku dengannya agar ianya bakal menjadi bekal bagiku nanti

Ya Ilahi...
Akan ku pelihara air mata Ramadan ini hingga ke akhirnya
Takkan ku biarkan air mata ini menitis untuk perkara yang sia-sia
Titipkanlah walau secangkir cuma belas EhsanMu kepadaku
Agar ku bisa mewarnai kehidupanku dengan keimanan padaMu
Agar ku bisa pulang dengan penuh rasa kehambaan padaMU

-Allahumma innaka a'fuwwun karim tuhibbul a'fwa fa'fuanni-





nukilan asal oleh  Siti Nazimah Daud
12 Ogos 2012

Gadis melayu ganjil?


 
 
  • Gadis melayu berniqab, ganjil?
  • Gadis melayu menutup aurat sepenuhnya, ganjil?
  • Gadis melayu melabuhkan tudung menutupi dada mereka, ganjil?
  • Gadis melayu mengenakan pakaian longgar dan besar, ganjil?
  • Gadis melayu malu untuk keluar bersama bukan mahram, ganjil?
  • Gadis melayu pakai stoking kaki ke mana-mana walau mandi bersama kawan-kawan di laut, ganjil?
  • Gadis melayu pakai stoking tangan walau dah mengenakan t-shirt lengan panjang, ganjil?
  • Gadis melayu meninggalkan orang yang sedang gosip dan mengata orang lain walaupun yang sedang mengata itu kawan baiknya, ganjil?
  • Gadis melayu tidak mengenakan mekap berlebihan, ganjil?
  • Gadis melayu tidak memakai perfume kecuali sekadar sangat sedikit dan tidak terhidu orang lain, ganjil?
  • Gadis melayu tak 'couple' sebelum nikah, ganjil?
  • Gadis melayu tak materialistik dan memilih kehidupan untuk taat kepada agama, ganjil?
  • Gadis melayu ganjil?

Sabda Rasulullah s.a.w: 

“Islam bermula sebagai sesuatu yang dianggap asing dan ganjil. Dan ia akan kembali sebagaimana permulaannya, dianggap asing dan ganjil. Maka, beruntunglah orang-orang yang ganjil”
(H.R. Muslim)

Soal hati. Dan perasaan.




Prinsip
  • Tidak ada yang boleh mengambil tempat 'dia-yang-entah-di-mana' selagi belum ada ikatan sah
  • Tidak mahu dimabukkan dengan khayalan cinta yang tidak pasti.
  • Jangan biarkan cinta yang tidak diundang meruntuhkan pendirian seorang muslimah dalam diri. 
  • Hidup ini bukan sekadar untuk diisi dengan kecintaan terhadap manusia
  • Katanya seorang da'ie, kau harus kuat untuk mendidik ummah jadi jangan mudah lemah kerana cinta!

Mungkin kerana prinsip ini yang membuatkan diri tetap pada pegangan. Anda juga begitu, bukan? Maka pegang ia kemas-kemas. Saya mahu dia yang ikhlas dalam cinta terhadap agama jadi saya juga berkeras mendidik jiwa meletakkan Dia yang pertama di dalam hati. Walaupun saya tahu masih belum berjaya. Payah. Terlalu kerana cinta dunia itu bersifat mengasak. Namun, pasti terus usaha! Bukan mudah untuk menjadi muslimah yang kental melawan arus cinta zaman kini. So, just take the challenge!

Lelaki pada saya begini. 

Yang lebih tua bagaikan seorang abang untuk dihormati
Yang lebih muda dianggap bagai adik sendiri untuk dikasihi
Yang sebaya sebagai sahabat seperjuangan. 

Ada yang lebih mengambil pendekatan untuk lebih menjaga. Tua atau muda sama sahaja. Raikan pendiriannya. Kerana kita masing-masing membesar dalam suasana persekitaran yang berlainan. Yang penting, syariat dan batas itu mesti tetap terjaga.

Apabila begitu, saya mengajar diri untuk tidak mudah membenarkan sesiapa menyentuh hati saya. Sering saya ulang supaya jangan terlalu mudah perasan dan cepat melatah. Tidak bermakna lelaki yang menegur kita punya perasaan. Ada segelintir yang punya semangat setiakawan yang tinggi. Raikan mereka. Kerana mereka juga manusia seperti kita. Rai sekadarnya yang perlu. Namun, mana yang berkehendak lebih, nantikan 'sepakan penalti'.




 ********************************************************





"Sebelum aku kahwin, aku mahu bahagiakan ibu bapa aku dahulu."




Jauh merenung. Kata-kata itu dalam maksudnya. Saya ambil serius.

  • Sebelum aku kahwin, aku mahu benar-benar merasai cinta Ilahi.
  • Sebelum aku kahwin, aku mahu mengutip pengalaman selama mana hidup sendiri.
  • Sebelum aku kahwin, aku mahu persiapkan hati untuk menghadapi cabaran mendatang.
  • Sebelum aku kahwin...ah, entahkan sempat atau tidak!


Yang pasti, akan kahwin atau tidak, ajal pasti akan datang.


Sebelum kematian datang menjemput, tidak dapat tidak diri mesti sentiasa melakukan perubahan ke arah kebaikan.


Seharusnya ditukar 'Sebelum aku pergi...', kemudian baru menyedari begitu banyak perkara yang masih perlu dilakukan selain hanya berfikir 'Sebelum aku kahwin'!



Menjalani kehidupan mencari sebenar-benar hakikat cinta.




 ********************************************************





Kesimpulan.


Cinta manusia. Salahkah?

Tidak salah tetapi jangan sampai diri lemah kerananya. Apabila kau menyedari diri merupakan seorang pejuang maka itulah fokus kehidupanmu. Ya, melalui cinta juga diri bisa berdakwah. Berdakwahlah sekalipun dengan isu cinta manusia yang kerap kali terulang. Namun ingat, hati juga perlu pengisian yang lebih daripada sekadar cinta itu. Perluaskan skop pandangan melihat perkataan 'cinta'. Hebat andai pada tiap lintasan di minda, anda sentiasa mentafsir perkataan 'cinta' itu adalah cinta kepada Allah. Nah, begitu yang kita mahu.

Tidak salah. Kerana itu adanya perkahwinan untuk merai fitrah manusiawi. Tidak salah mahu berbicara soal kahwin dan merancangnya mengikut syariat kerana itu juga yang dianjurkan Rasulullah. Namun lebihkan pada perancangan dan pengurusan diri. Tidak usah melihat jauh, lihatlah terlebih dahulu pada solat lima waktu sehari semalam. Apakah berusaha didirikan pada awal waktu?

Tidak salah tetapi usah kau keliru memandang cinta. Cinta yang tidak syar'ie tiada sebab untuk kau cemburui. Bersabarlah. Jodohmu pasti tiba andai takdir ada di dunia. Jangan mengambil jalan mudah dengan menjalin hubungan cinta yang membelakangiNya. Itu cinta nafsu! Tiada keberkatannya andai lorong itu yang diambil. Maka, waspadalah. Kerana syaitan itu bijak menghias perkara maksiat pada penglihatan sebagai suatu khayalan indah.

Tidak salah tetapi berjaga moga tidak cenderung ke arah cinta manusia yang tidak halal. Rentetan itu hati menjadi sedih tatkala cinta tidak seperti yg diidam. Tidak salah mula mencari andai diri itu sudah diketahui bersedia memasuki fasa baru. Namun berpadalah. Jangan sehingga pencarian menjadi racun kepada ibadah.

Tidak salah. Tetapi ketahuilah, mereka yang mendekati cinta manusia hanya akan memikirkan manusia. Kata novelis terkenal, Ustazah Fatimah Syarha,

mereka yang menginginkan perkahwinan sebagai jalan tutup daripada terjebak ke dalam maksiat zina sebenarnya mendedahkan bahawa kehidupan dirinya dekat kepada jalan-jalan zina seperti SMS, calling, dating dan lain-lain. Begitu juga, apabila mereka yang benar-benar menginginkan cinta Allah pastinya melazimi diri dengan perkara yang membawa kepada kebaikan dan mengisi fikiran dengan perkara yang memberi nafas segar terhadap iman.



********************************************************



Jernihkan hati mencari diri.
Kita hanya hamba yang melalui tempat persinggahan sebelum kembali kepadaNya.
Dunia itu penuh tipu daya maka persiapkan diri menghadapiNya.
Cinta itu bukan noda tetapi kitalah yang sering mewarna hitamkan kanvas cinta sendiri.

Peringatan sepenuhnya buat diri.
Kerana saya juga seorang remaja.
Kerana saya juga seorang manusia yang keliru.
Menyedari itu mesti berpegang erat pada prinsip agama.
Sebelum ditarik cinta bercelaru bernafsu.

Ingat, hati itu juga harus kita bina sekental kanak-kanak Palestin yang bangkit mempertahankan agama yang tetap sahaja tersenyum walau dilumuri darah.

Updates Melalui E-Mail